Selasa, 01 Januari 2013


CAFETARIA "COZY"
KEWIRAUSAHAAN
Jika saya seorang wirausahawan saya akan membuat usaha Cafetaria. Saya sendiri dibantu dengan keluarga akan menjalankan bisnis ini. Saya akan memulai usaha ini setelah saya menyelesaikan kuliah saya.  Proses usahanya dimulai dari saya mendapatkan tempat yang strategis dan peralatan serta perlengkapan serta mendapatkan ijin dari RT/RW setempat. Usaha ini akan saya bangun khususnya di daerah sekitar universitas yang banyak para mahasiswa yang bertempat tinggal di kos atau kontrakan. Konsumen utama adalah para mahasiswa dan masyarakat sekitar. Sumber modal dari saya dan juga hutang bank.

MSDM
1.       Perencanaan SDM: untuk memulai usaha ini saya membutuhkan minimal 3 orang, juru masak satu dan pelayan serta kasir.
2.       Pengadaan SDM: untuk hal perekrutan, kami memilih juru masak dengan kriteria-kriteria tertentu yang sudah kami siapkan, dan juga bagi para pelayan dan juga kasir karena pelayan adalah tempat pertama para pembeli bertemu dengan usaha kami.
3.       Pengembangan SDM: para karyawan khususnya juru masak akan kami kembangkan kemampuannya dalam hal memasak. Dengan resep baru dan juga penambahan cita rasa. Dan juga tidak lupa para pelayan atau waiters akan kami kembangkan kemampuannya dalam hal melayani para pembeli.
4.       Pemeliharaan SDM: kami juga menerapkan sistem kenaikan gaji bagi para karyawan yang bekerja sesuai target yang sudah kami tentukan. Dan juga memberikan Tunjangan-tunjangan lainnya seperti tunjangan hari raya dan juga memberiakan cuti berkala.
5.       Penggunaan SDM: untuk pengoptimalan SDM, kami juga menargetkan para pekerja bekerja sesuai prosedur. Bila para pekerja giat bekerja kami akan menaikan jabatannya, namun jika para pekerja malas atau bekerja secara sembarangan kami tidak segan memberikan surat peringatan atau pemutusan hubungan kerja.  

Minggu, 18 November 2012

MANFAAT ROLE PLAY



MANFAAT 
 Manfaat dari pembelajaran role play  yang diadakan oleh dosen matakuliah manajemen sangat banyak sekali, salah satunya kita dapat belajar bagaimana memposisikan diri sebagai pihak-pihak yang sudah di skenariokan kepada masing-masing kelompok. Di dalam kegiatan role-play kita merasakan bagaimana seorang pengusaha/manajer untuk berjuang mempertahankan sebuah perusahaan dari berbagai masalah yang  timbul. Mahasiswa tidak hanya diberi materi tetapi mahasiswa diberi santapan praktek. Role play juga dapat membentuk karakter mahasiswa, dari situ akan banyak ditemui macam-macam mahasiswa yang selalu aktif, selalu bisa menyanggah, dan mahasiswa yang bijaksana dalam mengambil keputusan. Dari situlah mahasiswa akan merasakan banyak manfaat dari kegiatan role play ini.

PESAN&KESAN KEGIATAN ROLE PLAY
perusahaan : sebagai perusahaan yang sudah mendapat ijin untuk mendirikan sebuah usaha di tengah lingkungan masyarakat, sebaiknya pihak perusahaan lebih bisa meng-handle suatu masalah dengan obyektif. Tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan berbicara, disini masyarakat len=bih mengutamakan tindakan perusahaan terhadap dampak yangtimbul akibat limbah yang dihasilkan oleh perusahaan, dan pemecatan karyawan yang sebagian besar berasal dari masyarakat lingkungan pabrik.
masyarakat :  harusnya masyarakat tidak tergesa-gesa untuk mengambil tindakan ingin menutup pabrik, belum sepenuhnya masalah yang timbul berasal dari perusahaan tersebut, dengan observasi bisa menyelesaikan persoalan yang ada dengan damai. Jadi lebih harus bisa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.
kesan : kesan saya mengikuti kegiatan role play ini sangat senang sekali, karena denga diadakannya kegiatan pembelajaran seperti ini, mahasiswa akan lebih mengerti bagaimana jika kita berada dalam posisi tersebut. Materi dari awal sampai akhir tercangkup dalam kegiatan role play ini, dan dengan bermain peran seperti kami menjadi semakin tertarik unutuk mengikuti kegiatan roleplay sampai selesai.

Pengertian ROLE PLAY


Role playing atau bermain peran adalah sejenis permainan gerak yang didalamnya ada tujuan, aturan dan sekaligus melibatkan unsur senang (Jill Hadfield, 1986). Dalam role playing murid dikondisikan pada situasi tertentu di luar kelas, meskipun saat itu pembelajaran terjadi di dalam kelas. Selain itu, role playing sering kali dimaksudkan sebagai suatu bentuk aktivitas dimana pembelajar membayangkan dirinya seolah-olah berada di luar kelas dan memainkan peran orang lain (Basri Syamsu, 2000).
Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan.
Pada metode bermain peranan, titik tekanannya terletak pada keterlibatan emosional dan pengamatan indera ke dalam suatu situasi masalah yang secara nyata dihadapi. Murid diperlakukan sebagai subyek pembelajaran, secara aktif melakukan praktik-praktik berbahasa (bertanya dan menjawab) bersama teman-temannya pada situasi tertentu. Belajar efektif dimulai dari lingkungan yang berpusat pada diri murid (Departemen Pendidikan Nasional, 2002). Lebih lanjut prinsip pembelajaran memahami kebebasan berorganisasi, dan menghargai keputusan bersama, murid akan lebih berhasil jika mereka diberi kesempatan memainkan peran dalam bermusyawarah, melakukan pemungutan suara terbanyak dan bersikap mau menerima kekalahan sehingga dengan melakukan berbagai kegiatan tersebut dan secara aktif berpartisipasi, mereka akan lebih mudah menguasai apa yang mereka pelajari (Boediono, 2001). Jadi, dalam pembelajaran murid harus aktif, karena tanpa adanya aktivitas, maka proses pembelajaran tidak mungkin terjadi.